Perbankan Riau Belajar ke Aceh tentang Kredit Pertanian

BISNIS ACEH

Minggu, 10 November 2013 21:43 WIB

BANDA ACEH – Sejumlah perbankan di Provinsi Riau datang ke Aceh untuk belajar sistem penyaluran kredit sektor pertanian yang dilakukan PD Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Mustaqim Sukamakmur.

Kehadiran sejumlah bank dan BPR dari Riau untuk study  banding pembiayaan sektor pertanian yang disalurkan kepada masyarakat Aceh,” kata Direktur Utama PD BPR Mustaqim Sukamakmur T Hanansyah di Banda Aceh.

Dijelaskannya, pembiayaan sektor pertanian merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan membina usaha mikro agar lebih baik.

Program kredit pertanian untuk tanaman pangan dalam hal ini padi disalurkan melalui kelompok tani yang dibentuk dan telah melewati proses verifikasi dari BPR,” katanya.

Dijelaskannya, kredit yang disalurkan itu untuk biaya garap sawah, perawatan, benih, pupuk dan insektisida.

Kredit yang disalurkan sesuai dengan luas lahan dengan jangka pengembalian satu kali panen dan suku bunga dua persen setiap bulan,” katanya.

Adapun daerah yang telah disalurkan kredit pertanian itu yakni Kabupaten Aceh Besar seperti Kecamatan Indrapuri, Blang Bintang, Montasik, Kuta Baro dan Kreung Barona Jaya.

Pola kredit pertanian yang diberikan secara kelompok tersebut kini juga sudah dilaksanakan disejumlah kabupten lainnya,” katanya.

Pihaknya terus berupaya membina petani dan berkomitmen untuk meningkatkan kredit disektor pertanian dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga petani di masa mendatang.

Dalam studi banding yang juga dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Riau Mahdi Muhammad para peserta juga dibawa langsung ke kecamatan yang menjadi sasaran pembiayaan. | antaraaceh.com

 

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://bisnisaceh.com/agrobisnis/perbankan-riau-belajar-ke-aceh-tentang-kredit-pertanian/index.php

Tahu, sehat, murah, bermanfaat

ahu merupakan sumber protein murah yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kandungan protein yang tinggi pada tahu, membuatnya dapat menjauhkan segala macam penyakit berbahaya.

Pertama kali dibuat pada masa pemerintahan dinasti Han (206 SM) di Cina, tahu kemudian merambah dan populer di wilayah asia timur lain seperti Jepang, Korea, Vietnam dan tentunya Indonesia.

Tahu dibuat dengan mengentalkan sari kedelai menggunakan garam mineral (biasanya kalsium sulfat). Sari kedelai inilah yang membuat tahu kaya dengan manfaat kesehatan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan yang diperoleh dengan rajin makan tahu, seperti dilansir Lifemojo:

1. Mencegah penyakit jantung

Sejumlah studi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa asupan rutin protein kedelai yang terkandung dalam tahu dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol buruk) tanpa menurunkan HDL (kolesterol baik), yang menyebabkan penurunan risiko penyakit jantung.

2. Meningkatkan produksi energi

Tahu merupakan sumber makanan yang kaya zat besi, yang menyediakan 30 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk zat besi dalam 100 gram.

Kehadiran zat besi dalam tahu terutama digunakan sebagai bagian dari hemoglobin yang membantu dalam ransportasi dan pelepasan oksigen ke seluruh tubuh mempromosikan produksi energi.

Tahu juga menyediakan 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan untuk tembaga, mineral penting yang dimanfaatkan dalam sel darah merah. Tembaga juga membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis.

3. Bermanfaat untuk wanita, khususnya wanita menopause

Makanan yang berasal dari kedelai, seperti tahu mengandung isoflavon (fitoestrogen atau estrogen tanaman) yang bekerja pada tubuh seperti bentuk estrogen.

Selama menopause, estrogen wanita berfluktuasi, baik naik atau turun di bawah tingkat normal. Nah, fitoestrogen dari kedelai dapat membantu menjaga keseimbangan hormon tersebut. Hal ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan beratnya gejala hot flashes (rasa panas pada perut) pada wanita menopause.

4. Mencegah osteoporisis

Tahu juga bisa menjadi sumber yang kaya kalsium tergantung pada koagulan yang digunakan dalam pembuatan (seperti kalsium sulfat yang digunakan oleh produsen tahu).

Hal ini membantu melindungi terhadap penyakit seperti kehilangan tulang, kelemahan tulang, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Penelitian baru juga menunjukkan bahwa isoflavon dalam makanan kedelai dapat memperkuat densitas (kepadatan tulang). Ini bisa membuat tahu berguna dalam menangkal penyakit tulang pada wanita postmenopause.

5. Membantu menurunkan berat badan

Tinggi protein membuat pemakan tahu tidak cepat merasa lapar. Juga, sifat rendah kalori (sekitar 80 kalori dalam 100 gram) tidak menambahkan kalori ekstra untuk menu diet Anda.

6. Membantu pasien diabetes dengan masalah ginjal

Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, salah satunya gagal ginjal. Diabetes adalah penyebab utama kegagalan ginjal dengan tanda awal adanya sejumlah protein dalam urin.

Sebuah penelitian dilakukan pada pria dengan diabetes tipe 2, yang semuanya didiagnosis dengan penyakit ginjal yang terkait dengan diabetes, menemukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan 10 persen protein yang ditemukan dalam air seni.

Artikel ini dibagikan oleh:  

Budi Sudarman

Sumber:

health.detik.com, lifemojo.com

Ilustrasi:

pritartstory.blogspot.com

Investor India Bangun Pabrik Gula di Aceh

Kamis, 18 April 2013 | 00:55 WIB

Metrotvnews.com, Banda Aceh: Seorang investor India, kelompok PT Kamadhenu Ventures Indonesia, siap untuk mendirikan pabrik gula di Kabupaten Aceh Aceh Tengah.

“Kami akan berinvestasi di Aceh Tengah dan menetapkan target bahwa pembangunan pabrik akan dimulai pada Mei 2013,” kata Presiden Direktur PT Kamadhenu Ventures Indonesia Naanda Kumar mengatakan di Takengon, Aceh Tengah, Rabu (17/4).

Menurut dia, PT Kamadhenu Ventures Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menandatangani memorandum of understanding (MoU) tahun lalu yang berkaitan dengan rencana pembangunan pabrik gula.

Naanda mengatakan pabrik gula akan dibangun di lahan seluas 75 hektare di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Pabrik akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama untuk mengolah tebu dan gula. Tahap kedua untuk menghasilkan etanol dan pembangkit listrik dengan target 30 megawatt.

“Operasi pabrik hanya membutuhkan tujuh hingga delapan megawatt, sehingga sisanya ditujukan untuk komersial,” kata Naanda. Ia juga mendesak Bupati Aceh Tengah untuk membantu melebarkan jalan dari Takengon ke calon lokasi pabrik.

Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan bahwa perjanjian ulang diperlukan sehubungan dengan rencana untuk membangun pabrik gula. Saat ini, Kabupaten Aceh Tengah memiliki 7.939 hektare lahan tebu dengan produksi diperkirakan mencapai 48.888 ton per tahun. (Ant)

 

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/04/18/6/147446/Investor-India-Bangun-Pabrik-Gula-di-Aceh

 

Pameran IndoGreen Foresty 2013 Dibuka

Jakarta – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan membuka Pameran IndoGreen Foresty Expo Ke-5 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (4/4/2013).

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pameran IndoGreen Foresty Expo 2013 resmi saya buka,” kata Zulkifli Hasan.

Ratusan Sahabat Alam yang merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) dari beberapa wilayah di Jakarta menyambut kedatangan Menhut sambil memegang pot berisi bibit tanaman. Acara pembukaan dimeriahkan Tarian Mentawai dan Reog Ponorogo.

Zulkifli mengatakan, pameran ini merupakan sarana edukasi, promosi, dan informasi kepada masyarakat dan pelaku usaha di tengah pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

“Di tengah situasi perekonomian dunia yang belum pulih, perekonomian Indonesia di tahun politik ini mengalami pertumbuhan sekitar 6 persen, tertinggi nomor dua di dunia. Sehingga acara ini penting bagi pelaku sektor usaha untuk bertukar informasi,” katanya.

Pameran kehutanan ini diikuti kementerian dan lembaga terkait, BUMN dan BUMS, pelaku bisnis sektor pertambangan dan migas, kehutanan, Pemda, LSM, serta organisasi pemerhati kehutanan. Jumlah peserta tahun ini meningkat 30 persen dibanding tahun lalu, yakni 225 stand.

Para pengunjung pameran akan mendapat banyak pengetahuan. Panitia juga menyediakan souvernir, hiburan, dan 10 ribu batang bibit pohon dari berbagai jenis.

Pameran berlangsung hingga 7 April 2013. Di acara penutupan nanti juga akan diadakan Fun Bike IndoGreen. [005-metrotvnews]

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://theglobejournal.com/lingkungan/pameran-indogreen-foresty-2013-dibuka/index.php#.UV1YTUQ4bqo.facebook

Dukung Visit Aceh 2013, Banda Aceh Andalkan Situs Tsunami dan Sejarah

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh tetap mengandalkan situs-situs tsunami selain objek wisata sejarah untuk menarik kunjungan wisatawan ke daerah itu pada 2013.

“Tidak mengenyampingkan objek lain, situs tsunami masih  andalan menarik kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri ke daerah ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banda Aceh Reza Pahlevi di Banda Aceh, Selasa.

Banda Aceh merupakan salah satu daerah tujuan wisata sejarah, spritual, peninggalan bencana tsunami dan pendidikan di provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.

Reza menjelaskan, cukup banyak daya tarik wisatawan disaksikan di Kota Banda Aceh, seperti kapal PLTD Apung, perahu di atas rumah yang merupakan situs tsunami yang menguncang Aceh pada 26 Desember 2004.

Selain itu juga Museum Tsunami yang didalamnya menyimpan cerita dan gambar tentang peristiwa bencana alam dahsyat yang mengakibatkan korban meninggal dan hilang lebih 200 ribu orang di provinsi berpenduduk 4,7 juta jiwa tersebut.

Di pihak lain, Reza menjelaskan bahwa Pemkot Banda Aceh memberi dukungan besar dalam mewujudkan program “Aceh Year 2013” yang telah dicanangkan Pemerintah Aceh.

“Kami mendukung program itu. Apalagi, Kota Banda Aceh adalah ‘pintu’ gerbangnya orang masuk ke Aceh, terutama wisatawan mancanegara,” kata dia menambahkan.

Khusus untuk menggaet kunjungan wisatawan ke Kota Banda Aceh, Reza menjelaskan Pemkot sudah memprogramkan pengembangan wisata air dimasa mendatang dan lokasinya di Krueng (sungai) Aceh.

“Artinya, setiap orang yang akan berlibur (wisata) ke Kota Banda Aceh itu akan banyak pilihan, tidak hanya objek wisata yang sudah ada tapi kami mengkombinasikan dengan objek wisata baru seperti pengembangan wisata air Krueng Aceh,” kata dia.

Krueng Aceh merupakan salah sungai terbesar yang membelah Kota Banda Aceh menjadi dua bagian, dan kedepan diyakini akan berkembang serta menarik untuk dikunjungi.

Sumber : Antara

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari:  http://www.bisnisaceh.com/wisata/dukung-visit-aceh-2013-banda-aceh-andalkan-situs-tsunami-dan-sejarah/index.php

Realisasi Ekspor Non Migas Aceh Triwulan I 2013 US$10,04 Juta

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Darmansyah menjelaskan, realiasi ekspor produk non migas Aceh pada triwulan I periode Januari-Maret 2013 mencapai US$10,041 juta.

“Nilai total ekspor non migas tersebut diperoleh dari volume ekspor non migas sebesar 82.749.417 kg/m3,” katanya kepada Bisnis Aceh hari ini, Selasa.

Ia menjelaskan, produk unggulan komoditi non migas Aceh terdiri dari dua sektor, yakni hasil pertanian dan hasil industri. Hasil pertanian yang merupakan ekspor utama Aceh mencakup kopi arabica dan kopi luwak. “Kalau komoditi industri terdiri atas biji besi, pupuk urea dan tras curah,” ujarnya.

Ia melanjutkan, dari total produksi industri non migas, dari bahan tambang biji besi, periode Januari-Maret 2013, PT Lhoong Setia Minning telah melakukan ekspor biji besi sebanyak 54.622.791. “Eksportir lainnya adalah KSU Tiega Manggis, sebesar 24.175.078 kg/m3,” ungkapnya.

Ia menambahkan, total produksi biji besi Aceh yang diekspor oleh PT LSM dan KSU Tiega Manggis kesemuanya di kirim ke China. “Sementara negara tujuan ekspor komoditas pertanian, yakni kopi arabica dan kopi luwak adalah Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Belgia, Inggris dan Swis,” tukasnya.

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://www.bisnisaceh.com/headline/realisasi-ekspor-nom-migas-aceh-triwulan-i-2013-us1004-juta/index.php

Potensi Pertanian di Aceh (Data Tahun 1997-1998)

Daerah Aceh memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perkebunan. Pertanian di daerah Aceh meng-hasilkan beras, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, jagung, kacang kedelai, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Sedangkan di bidang perkebunan, daerah Aceh meng-hasilkan coklat, kemiri, karet, kelapa sawit, kelapa, ko-i, cengkeh, pala, nilam, lada, pinang, tebu, tembakau, dan randu.

Produksi hasil pertanian di Aceh menunjukkan data-data berikut: luas panen padi sawah dan ladang pada tahun 1997 adalah 337.561 Ha dengan produksi 1.382.905 ton; luas panen jagung adalah 25.312 Ha dengan produksi 58.312 ton; luas panen ubi kayu adalah 4.795 Ha dengan produksi 59.782 ton; luas panen ubi rambat adalah 3.220 Ha dengan produksi 31.345 ton; dan luas panen kacang kedelai adalah 71.252 Ha dengan produksi 90.517 ton.

Jumlah panen hasil pertanian tahun berikutnya (1998) adalah seperti berikut: luas panen padi sawah dan ladang 365-892 hektar, hasil produksinya 1.486.909 ton; luas panen ubi jalar 2.750 hektar, hasil produksinya 26.401 ton; luas panen ubi kayu 5.477 hektar, hasil produksinya 65.543 ton.

Daerah Aceh juga banyak menghasilkan sayur-sayuran dan buah-buahan, seperti bawang merah, cabe, kubis, kentang, kacang panjang, tomat, ketimun, pisang, mangga, rambutan, nangka, durian, jambu biji, pepaya, dan melinjo.

Hasil perkebunan utama dari Aceh pada tahun 1998 adalah kelapa sawit 258.315 ton dari hasil perkebunan rakyat dan 231.798 ton dari perkebunan swasta besar; karet 47.620 ton hasil perkebunan rakyat dan 17.153 ton perkebunan besar; coklat 8.865 ton hasil perkebunan rakyat dan 1.821 ton perkebunan besar; kelapa. 89.801 ton hasil perkebunan rakyat; kelapa hebrida 4.088 ton hasil perkebunan rakyat; kopi 41.244 ton hasil perkebunan rakyat; cengkeh 1.016 ton hasil perkebunan rakyat; Pala 7.130 ton hasil perkebunan rakyat; nilam 250 ton hasil perkebunan rakyat; kemiri 17.704 ton hasil perkebunan rakyat dan tebu 16.130 ton hasil perkebunan rakyat.

Sumber daya pertanian di Aceh tersebar di daerah Subulussalam, Singkil, Kota Lokop, dan Pulau Banyak. Potensi hasil perkebunan rakyat dan kehutanan tersebar di Krueng Jreu, Krueng Baro, Seulimun dan Takengon, meliputi komoditas utama kayu, kulit kayu, dan rotan.

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://lpsa.wordpress.com/2007/11/15/potensi-pertanian-aceh/

PT Pupuk Iskandar Muda Siap Jalin Kerjasama dengan Universitas Syiah Kuala

Waspada : 04 Februari 2013

Lhokseumawe (Waspada) : para Direksi PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) merespon positif keinginan Unsyiah untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. Bentuk kerjasama tersebut yakni memperbolehkan Unsyiah untuk mengirimkan mahasiswa magang dan melakukan penelitian di pabrik pupuk tersebut.

Begitu juga sebaliknya, Unsyiah memperbolehkan PT PIM untuk mengirimkan karyawannya guna melanjutkan pendidikan di Universitas tertua di Provinsi Aceh itu. Direncanakan penandatanganan MoU kerjasama tersebut dilakukan bertepatan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-31 PT PIM. Penandatanganan kesepahaman dilakukan bersama Dirut PT PIM dan Rektor Unsyiah.

Kerjasama ini kami nilai cukup bermanfaat karena sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Keuntungan bagi kami, PIM dapat mengirimkan staf-staf muda untuk melanjutkan pendidikan di Unsyiah. Keuntungan bagi Unsyiah, memberikan kesempatan dosen-dosen mengaplikasikan teori dengan praktik dilapangan yang dapat memberikan pengalaman berharga yang dapat ditularkan kepada mahasiswa saat memberikan kuliah,”kata Direktur SDM & Umum, Usman Mahmud, didampingi Sekretaris Perusahaan, Teuku Sya’ban Daud, Minggu(3/2)

Permintaan kerjasama tersebut disampaikan Izarul Machdar, Ketua Jurusan Teknik Kimia Unsyiah dalam kunjungannya ke PT PIM, Kamis (31/1). Selain Izarul juga hadir Sulaiman, Kepala Lab Teknik Mesin dan Abdullah, dari Jurusan Teknik Mesin.

Kata Izarul, Unsyiah saat ini memiliki banyak tenaga ahli dengan predikat Doktor dan atau Master yang dinilai data dimanfaatkan ilmunya untuk kemaslahatan umat. Sementara PT PIM memiliki pabrik pupuk yang besar dan canggih hendaknya dapat dimanfaatkan Unsyiah untuk melakukan penelitian yang hasilnya bermanfaat bagi masyarakat.

Teuku Sya’ban Daud mengatakan, pada dasarnya hubungan kerjasama antara PT PIM dengan Unsyiah telah terjalin cukup lama, namun masih dalam scope yang terbatas yakni dalam rangka penerimaan tenaga kerja. Kedepan direncanakan hubungan tersebut akan lebih diperluas lagi.

“Kita berharap kerjasama semacam ini dapat dikembangkan kepada universitas lain di Aceh ataupun diluar Aceh,”harap Sya’ban Daud.

Tulisan ini merupakan unduhan sepenuhnya dari: http://www.pim.co.id/id/pojok-media/press-releases/561-ptpim-respon-unsyiah

Apa Saja yang Dibutuhkan oleh Tanaman?

Seperti halnya manusia, tanaman membutuhkan makanan untuk mendukung proses hidupnya. Makanan tersebut harus mengandung zat yang dibutuhkan tanaman. Tentunya, ada kebutuhan zat yang sama antara mahluk hidup, tetapi ada kebutuhan zat yang berbeda baik jenis maupun jumlahnya.
Kebutuhan makanan tergantung dari jenis mahluk hidup. Pada dasarnya, makanan tersebut berguna untuk proses metabolisme tubuh, pertumbuhan vegetatif (pembesaran tubuh), dan pertumbuhan generatif (berkembang biak). Pemenuhan kebutuhan yang cukup akan menciptakan pertumbuhan yang normal. Karena itu, sebelum kita mengenal pupuk dan kegunaannya, alangkah baiknya kita mengetahui beberapa zat yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, sebaiknya kita mengetahui kondisi lingkungan yang dapat menunjang pertumbuhannya.
Penelitian mengenai nutrisi yang dibutuhkan tanaman telah lama dilakukan. Sejarah mencatat 2.500 tahun sebelum masehi Herodatus telah berusaha meneliti penyebab menurunnya produksi tanaman secara terus-menerus di lahan yang sama. Selain itu, dia juga ingin mengetahui penyebab meningkatnya produksi setelah tanah ditambahi kotoran ternak.
Penelitian mengenai pengaruh tanah terhadap pertumbuhan tanaman telah dilakukan oleh Van Nelmot pada tahun 1.600 masehi. Dia menyimpulkan pertambahan bobot tanaman hanya terjadi karena pengaruh air, sedangkan tanah dan unsur yang terdapat di dalamnya tidak berpengaruh. Hal ini dibuktikan dengan berat tanah yang sama sebelum melakukan penanaman dan 25 tahun kemudian setelah tanaman bertambah berat. Kesimpulan, ini berubah setelah Glauber melakukan penelitian pada tahun 1656. Dia berpendapat, selain air, tanaman juga menyerap ion KNO3. Penelitian di bidang pertanian ini terus berkembang sampai sekarang.
A. Unsur Hara
Unsur hara yang dibutuhkan tanaman beraneka ragam. Sedikitnya ada 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dari sekian banyak unsur hara tersebut, sebanyak 16 unsur atau senyawa di antaranya merupakan unsur hara esensial yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhannya. Kekurangan hara bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu, menimbulkan penyakit, dan bisa menyebabkan tanaman mati. Dari 16 unsur hara, 3 di antaranya tidak terlalu bermasalah karena ketersediannya di alam melimpah. Ketiga unsur tersebut adalah karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O2). Ketiganya dapat diperoleh bebas dari udara. Kebutuhan air dapat diperoleh dari tanah dan dari air penyiraman.
Unsur hara lainnya sering menjadi masalah bagi pertumbuhan tanaman jika kebutuhan unsur tersebut tidak terpenuhi. Ketigabelas unsur ini adalah hara yang diperoleh tanaman dari tanah. Unsur hara ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara makro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak. Unsur hara makro terdiri dari nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).
Unsur hara mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah sedikit. Unsur hara mikro ada 7 jenis, yaitu besi (Fe), klor (Cl), mangan (Mn), tembaga (Cu), seng (Zn), boron (Bo), dan molibdenum (Mo). Manusia mengetahui unsur hara yang dibutuhkan tanaman, tetapi tidak seorang pun yang bisa menyebutkan jumlah kebutuhan hara yang dibutuhkan tanaman. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah menyediakan unsur hara tersebut dalam jumlah yang diperkirakan cukup dan seimbang. Akibat kekurangan satu unsur hara, pertumbuhan tanaman akan terganggu, meskipun jumlah unsur hara yang lain banyak. Unsur hara yang kurang akan menjadi faktor pembatas pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, jika unsur hara diberikan berlebihan akan mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman.
a. Unsur Hara Makro
1. Karbon (C)
Karbon yang digunakan oleh tumbuhan berasal dari karbondioksida (CO2) yang ada di udara. Karbondioksida merupakan hasil respirasi (pernapasan manusia) atau pembakaran sempurna zat-zat organik. Karbon berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak, dan protein yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, berfungsi untuk membentuk selulosa yang merupakan dinding sel dan memperkuat bagian tanaman. Unsur karbon juga bisa menciptakan rasa dan wangi pada air yang terdapat di dalam buah dan bunga serta membentuk warna daun dan bunga.

2. Hidrogen (H)
Hidrogen diperoleh tanaman dengan cara memecah air (H2O). Air dapat diperoleh tanaman dari udara dan tanah. Hidrogen berguna dalam proses pembentukan gula (glukosa) menjadi karbohidrat dan sebaliknya, serta proses pembentukan lemak dan protein. Proses untuk menghasilkan glukosa dikenal dengan proses asimilasi karbondioksida atau fotosintesis.

3. Oksigen (O2)
Oksigen diperoleh tanaman dari air dan udara. Sekitar 21% volume udara adalah oksigen. Oksigen diisap tanaman dari udara melalui proses respirasi. Oksigen dibutuhkan tanaman untuk membentuk bahan organis tanaman. Seluruh tanaman, baik akar, batang, daun, bunga, dan buah memerlukan oksigen. Oksigen dibutuhkan dalam sel tanaman untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Proses ini disebut dengan oksidasi.

4. Nitrogen (N)
Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhan, terutama pada fase vegetatif yaitu pertumbuhan cabang, daun, dan batang. Nitrogen juga bermanfaat dalam proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Klorofil sangat berguna untuk membantu proses fotosintesis. Selain itu, nitrogen bermanfaat dalam pembentukan protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya. Perlu diketahui, sekitar 78% volume udara terdiri dari nitrogen.
Kekurangan nitrogen dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal atau kerdil. Daunnya akan menguning lalu mengering. Jika kekurangan nitrogennya banyak (parah) dapat menyebabkan jaringan tanaman mengering dan mati. Buah yang kekurangan nitrogen pertumbuhannya tidak sempurna, cepat masak dan kadar proteinnya kecil.

5. Fosfor (P)
Bagi tanaman, fosfor berguna untuk membentuk akar, sebagai bahan dasar protein, mempercepat penuaan buah, memperkuat batang tanaman, dan meningkatkan hasil biji-bijian dan umbi-umbian. Selain itu, fosfor juga berfungsi untuk membantu proses asimilasi dan respirasi. Kekurangan fosfor menyebabkan tanaman menjadi kerdil, pertumbuhan akar tidak baik, dan pertumbuhan cabang atau ranting meruncing. Selain itu, kekurangan fosfor bisa menyebabkan pemasakan buah terlambat, warna daun lebih hijau daripada keadaan normalnya, daun yang sudah tua tampak menguning sebelum waktunya, serta hasil buah atau biji kurang. Kekurangan fosfor yang parah menyebabkan tanaman tidak berbuah.

6. Kalium (K)
Kalium berfungsi untuk membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, kalium berfungsi untuk memperkuat jaringan tanaman dan berperan dalam pembentukan antibodi tanaman yang bisa melawan penyakit dan kekeringan. Jika kekurangan kalium, tanaman tidak tahan terhadap penyakit, kekeringan, dan udara dingin.
Kekurangan kalium dapat menghambat pertumbuhan tanaman serta daun tampak agak keriting dan mengilap. Lama kelamaan daun akan menguning di bagian pucuk dan pinggirnya. Akhirnya, bagian daun antara jari-jari menguning, sedangkan jari-jarinya tetap hijau. Selain itu, kekurangan kalium menyebabkan tangkai daun lemah sehingga mudah terkulai dan kulit biji keriput.

7. Sulfur (S)
Sulfur atau belerang sangat membantu tanaman dalam membentuk bintil akar. Pertumbuhan lainnya yang didukung sulfur adalah pertumbuhan tunas dan pembentukan hijau daun (klorofil). Sulfur merupakan unsur penting dalam pembentukan berbagai jenis asam amino.
Kekurangan belerang menyebabkan daun muda berubah warna menjadi hijau muda, mengilap agak keputihan, selanjutnya akan berubah menjadi kuning hijau. Pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Tanaman akan tampak kerdil, kurus, dan batangnya pendek.

8. Kalsium (Ca)
Kalsium berfungsi sebagai pengatur pengisapan air dari dalam tanah. Kalsium juga berguna untuk menghilangkan (penawar) racun dalam tanaman. Selain itu, kalsium berguna untuk mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Kalsium bisa digunakan untuk menetralkan kondisi senyawa dan kondisi tanah yang merugikan. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan pucuk ranting terhambat dan batang tanaman tidak kokoh. Jika kekurangannya parah, ujung akar dan akar rambut akan mati sehingga tanaman juga mati. Selain itu, pucuk daun kuntum bunga akan berjatuhan.

9. Magnesium (Mg)
Magnesium berfungsi membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain itu, berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak, dan minyak. Magnesium juga berfungsi membantu proses transportasi fosfat dalam tanaman.
Kekurangan magnesium dapat menyebabkan pucuk dan bagian di antara jari-jari daun tampak tidak berwarna. Kondisi ini akan tampak pertama kali di bagian bawah daun, kemudian meningkat ke bagian atas. Daun akan berbentuk tipis tidak seperti biasanya dan daun tampak mengering dan melengkung ke atas.

b. Unsur Hara Mikro
1. Klor (Cl)
Klor bermanfaat untuk membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Khususnya untuk tanaman tembakau, kentang, kapas, kol, sawi, dan tanaman sayuran. Kekurangan klor akan menyebabkan produktivitas tanaman rendah. Selain itu, proses pemasakan buah menjadi lambat dan daun keriput.

2. Besi (Fe)
Zat besi berperan dalam proses fisiologi tanaman seperti proses pernapasan dan pembentukan zat hijau daun (klorofil). Kekurangan zat besi akan menyebabkan daun berwarna kuning, kemudian berguguran. Selain itu, tanaman akan mati mulai dari pucuk.

3. Mangan (Mn)
Mangan bermanfaat dalam proses asimilasi dan berfungsi sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim dalam tanaman. Kekurangan mangan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama pada tanaman holtikultura seperti sayuran. Di bagian daun yang kekurangan mangan sering ditemukan warna kekuningan atau merah. Selain itu, pembentukan biji tidak akan bagus.

4. Tembaga (Cu)
Tembaga bermanfaat bagi tanaman dalam proses pembentukan klorofil dan sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim tanaman. Kekurangan tembaga menyebabkan ujung daun secara tidak merata sering ditemukan layu. Bahkan, pada defisit tembaga yang parah akan menyebabkan klorosis (warna daun menjadi pucat akibat kerusakan klorofil), tetapi jaringannya tidak mati.

5. Boron (Bo)
Boron merupakan zat yang banyak manfaatnya. Boron membawa karbohidrat ke seluruh jaringan tanaman. Boron juga bermanfaat dalam proses mempercepat penyerapan kalium dan berperan pada pertumbuhan tanaman khususnya pada bagian yang masih aktif. Selain itu, berfungsi juga dalam meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan.
Kekurangan boron menyebabkan daun klorosis yang dimulai di bagian bawah daun. Setelah itu, daun mengering dan mati. Pertumbuhan daun juga menjadi kerdil, kuncup mati, dan berwarna hitam. Selain itu, kekurangan boron dapat menimbulkan penyakit fisiologis.

6. Molibdenum (Mo)
Molibdenum berfungsi untuk mengikat nitrogen bebas dari udara. Selain itu, berfungsi sebagai komponen pembentukan enzim pada bakteri akar tanaman leguminosae. Gejala kekurangan molybdenum akan menyebabkan perubahan warna daun, kemudian daun mengerut dan mengering. Kekurangan molibdenum yang parah dapat menyebabkan tanaman mati. Gejala ini mudah dilihat pada tanaman sayur yang kekurangan molibdenum.

7. Seng (Zn)
Seng mempunyai fungsi dalam pembentukan hormon tanaman yang berguna untuk pertumbuhan. Kekurangan seng menyebabkan daun berwarna kuning atau kemerahan, daun berlubang, mengering, bahkan bisa mati.

B. Zat Pengatur Tumbuh
Zat pengatur tumbuh berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman bagi kelangsungan hidupnya. Tanpa adanya zat pengatur tumbuh berarti tidak ada pertumbuhan. Zat pengatur tumbuh pada tanaman (plant regulator) didefinisikan sebagai senyawa organik bukan hara (nutrient), yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung (promote), menghambat (inhibitor), dan mengubah proses fisiologi tumbuhan.
Zat pengatur tumbuh disebut juga dengan hormon tumbuh (plant hormone). Zat pengatur tumbuh didefinisikan sebagai zat organik yang dihasilkan oleh tanaman dan dalam konsentrasi rendah dapat mengatur proses fisiologis. Ada 5 penggolongan zat pengatur tumbuh dalam tanaman yaitu; auksin, giberelin, sitokinin atau zeatin, ethylene, dan inhibitor. Kelima jenis hormon ini memiliki ciri, efek dan fungsi yang berbeda terhadap proses fisiologi tanaman.

a. Auksin
Auksin adalah hormon tumbuh yang tidak terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman (plant growth and development). Auksin berasal dari bahasa Yunani yaitu auxein yang berarti meningkatkan. Para peneliti menemukan pertumbuhan tidak akan terjadi tanpa adanya auksin. Para peneliti juga menemukan salah satu jenis auksin yang sangat besar peranannya yaitu indole acetic acid (IAA). Indole acetic acid merupakan jenis auksin yang pertama ditemukan oleh seorang mahasiswa pascasarjana di Belanda pada tahun 1926.
Indole acetic acid berfungsi sebagai hormon pengembangan sel yang struktur kimianya menyerupai asam amino triptopan. Penelitian menunjukkan pada tanaman yang diberi IAA pertumbuhannya akan cepat. Selain itu, studi menunjukkan auksin dapat menaikkan tekanan osmosis, meningkatkan permeabilitas sel terhadap air, mengurangi tekanan di dinding sel, meningkatkan sintesis protein, meningkatkan plastisitas, dan pengembangan dinding sel. Kesemuanya ini merupakan penunjang dalam perkembangan tanaman.
Auksin dapat mempercepat pembentukan dan perpanjangan batang serta daun. Auksin juga berperan dalam perpanjangan dan pertumbuhan awal akar. Sementara itu, IAA berguna dalam peningkatan jumlah akar serabut. Indole acetic acid berfungsi untuk memacu pertumbuhan akar pada stek tanaman dan sering digunakan dalam pembibitan tanaman dengan stek. Selain itu, IAA juga berfungsi untuk mempercepat perkembangan ukuran buah dan pertumbuhan kuncup baru. Dengan pemberian hormon ini pertumbuhan anggur, stroberi, dan jeruk lebih cepat 60 hari dibandingkan dengan fase normalnya (120 hari).

b. Giberelin(GA3)
Giberelin adalah salah satu jenis hormon tumbuh yang ditemukan oleh seorang berkebangsaan Jepang pada tahun 1930. Hormon ini ditemukan ketika dia melakukan penelitian mengenai gangguan pada tanaman padi. Padi yang diteliti memiliki batang yang tidak kuat menahan dirinya sendiri karena ukurannya terlalu panjang dibandingkan dengan panjang batang padi normal. Penyebab kondisi ini adalah jamur Gibberella fujikuroi. Giberelin adalah senyawa aktif yang yang diambil dari jamur gibberella fujikuroi tersebut. Isolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi jika disemprotkan ke tanaman lain akan membantu proses pertumbuhan. Giberelin ditemukan bersamaan dengan IAA. Pada saat ini telah diketahui giberelin juga terdapat pada tanaman angiospermae, gimnospermae, paku-pakuan, lumut dan beberapa jenis ganggang dan bakteri.

Berikut ini beberapa fungsi atau manfaat giberelin:
1. Mengatasi Genetic Dwarfism (Kekerdilan Akibat Mutasi)
Giberelin adalah hormon pertumbuhan yang mampu merangsang pertumbuhan seluruh bagian tumbuhan secara sinergis baik bagian batang, akar, maupun daun. Di dunia pertanian, manfaat giberelin yang penting adalah mengatasi genetic dwarfism (kekerdilan) tanaman. Genetic dwarfism adalah suatu gejala kekerdilan yang disebabkan adanya mutasi. Dengan pemberian giberelin, tanaman yang tadinya tumbuh kerdil bisa menjadi normal. Hasil penelitian menunjukkan pemberian gibberellic acid pada tanaman kacang menyebabkan tanaman yang kerdil menjadi tinggi.

2. Membuat Buah Tanpa Biji
Pemberian giberelin bermanfaat dalam proses parthenocarpy dan fruit set. Parthenocarpy adalah proses tidak terdapatnya biji dalam buah. Karena itu pemberian giberelin bermanfaat dalam proses rekayasa untuk memperoleh buah yang tidak berbiji. Pemberian giberelin juga bermanfaat untuk meningkatkan jumlah tandan buah (fruit set) dan meningkatkan hasil buah. Pemberian giberelin juga bisa menyebabkan buah yang telah dipanen tidak cepat busuk, sehingga lebih tahan lama.

3. Mempercepat Proses Pertumbuhan
Pemberian giberelin pada fase perkecambahan (germination) sangat menguntungkan. Giberelin membantu proses enzimatik untuk mengubah pati menjadi gula yang selanjutnya ditranslokasikan ke embrio. Gula akan digunakan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan, sehingga pertumbuhan berlangsung cepat. Pemberian GA3 dapat meningkatkan aktivitas cambium dan perkembangan xylem sehingga aktivitas pertumbuhan dapat berjalan dengan lancar dan cepat.
Pemberian geberellin pada tanaman kacang-kacangan akan memacu pertumbuhan dan mempercepat perambatan. Begitu juga pada tanaman semangka, mentimun air dan mentimun yang disemprot giberelin, perpanjangan batangnya sangat cepat.

4. Mempercepat Proses Pembungaan
Giberelin berfungsi untuk mempercepat proses pembungaan. Giberelin dapat memenuhi kebutuhan bunga beberapa jenis tanaman pada musim dingin ketika fotosintesis kurang dan memacu tanaman agar berbunga lebih awal.
Giberelin merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam memacu pertumbuhan bunga. Manfaat lain giberelin adalah memacu pengangkutan makanan dan mineral dalam sel penyimpanan pada biji sehingga bibit tanaman yang baru ditanam akan lebih cepat tumbuh.
Penyemprotan giberelin pada kubis bisa mengakibatkan kubis tumbuh hingga 2 meter dan berbunga. Sementara itu, tumbuhan yang tidak disemprot giberelin tetap pendek dan tidak berbunga.

5. Meningkatkan Produktifitas
Di Amerika Serikat, perkebunan anggur telah menggunakan giberelin untuk meningkatkan kerenyahan dan ukuran anggur. Di hawai giberelin digunakan untuk meningkatkan produksi tebu dan gula. Tanaman seledri yang disemprot giberelin akan bertambah panjang, produksinya meningkat dan bertambah renyah.
Penggunaan giberelin pada tanaman anggur menyebabkan buah anggur tahan terhadap infeksi cendawan. Penyemprotan pada tanaman anggur dilakukan sejak tanaman berbunga dan pada fase pembentukan rangkaian buah. Penyemprotan giberelin pada buah dan daun jeruk nevel bisa mencegah timbulnya gangguan pada kulit buah dan menjaga kulit tetap kencang selama penyimpanan. Karena itu giberelin dapat menyebabkan tanaman tahan terhadap penyakit.

c. Sitokinin (Zeatin)
Sitokinin adalah salah satu zat pengatur tumbuh yang ditemukan pada tanaman. Sitokinin pertama ditemukan dalam kultur jaringan batang tembakau yang ditumbuhkan pada medium sintetis. Kemudian sitokinin juga ditemukan dalam air kelapa dan endosperma cair jagung (Zea Mays) nama lain dari sitokinin adalah zeatin.
Sitokinin berfungsi untuk memacu pembelahan sel (cell division) dan pembentukan organ. Sitokinin dapat menunda penuaan berbagai jenis tanaman, sehingga bisa digunakan untuk memperpanjang umur panen tanaman. Pada daun-daun yang tua dan menguning, sitokinin menyebabkan daun menjadi hijau kembali.
Dalam struktur reproduksi, sitokinin berfungsi untuk mempertahankan hidup tumbuhan dengan memacu pergerakan gula, asam amino, dan berbagai hara dari daun dewasa menuju bunga dan buah. Pada tanaman bunga seperti mawar dan anyelir penambahan kensentrasi sitokinin ketika bunga mulai tua dapat menghambat penuaan.
Pada tanaman sayuran seperti kubis, penambahan sitokinin dapat meningkatkan daya simpannya. Sitokinin juga dapat memacu sel-sel muda untuk meningkatkan daya tampung mineral yang diangkut oleh floem dan memacu perkembangan kuncup samping tumbuhan dikotil. Sitokinin juga berfungsi untuk memacu pembesaran sel kotiledon dan daun tumbuhan dikotil. Kotiledon ini akan menjadi organ fotosintesis yang bagus. Fungsi sitokinin yang penting adalah memacu perkembangan etioplas menjadi kloroplas dan meningkatkan laju pembentukan klorofil. Akibatnya, laju fotosintesis akan meningkat. Sama halnya dengan giberelin dan auksin, sitokinin juga telah beredar di pasaran secara komersial. Salah satu jenisnya adalah benziladenin.
Bersama dengan auksin, sitokinin berfungsi dalam pertumbuhan sel meristem dan mempengaruhi perkembangan kuncup, batang dan daun. Perpaduan antara sitokinin dan IAA dapat mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tumor mahkota pada tanaman dikotil dan gimnospermae.

d. Ethylene
Ethylene berperan dalam proses pematangan buah. Dalam fisiologi tanaman, ethylene berfungsi untuk mendukung respirasi, menghambat perpanjangan buah, menstimulasi perkecambahan, mendukung terbentuknya bulu-bulu akar, mendukung proses pembungaan pada nanas dan menghambat transformasi auksin.

e. Inhibitor
Berbeda dengan hormon lainnya, inhibitor adalah zat yang menghambat pertumbuhan tanaman. Hormon ini sering ditemukan pada proses perkecambahan, pertumbuhan pucuk atau dalam fase dormansi. Dalam tanaman inhibitor menyebar di sertiap organ tanaman. Penyebaran ini tergantung dari jenis inhibitor itu sendiri. Pada saat ini inhibitor telah banyak dibuat dengan cara kimia. Inhibitor buatan sering digunakan untuk mencegah pertunasan pada umbi kentang dan bawang. Inhibitor berlawanan perannya dengan giberelin karena justru mengambat pertumbuhan batang.
Di alam, semua hormon tersebut ditemukan tidak menyendiri, tetapi bekerja bersama dengan hormon lain. Hal ini merupakan sifat dari unsur yang berinteraksi satu dengan lainnya, sehingga merupakan satu system. Zat pengatur tumbuh auksin (IAA), giberelin dan sitokinin (zeatin) tidak bekerja sendiri. Ketiga hormon tersebut bekerja secara berinteraksi. Dengan interaksi ketiga hormon ini akan menyebabkan pertumbuhan yang seimbang sesuai dengan yang diharapkan.

C. Mikroorganisme Tanah
Mikroorganisme tanah merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesuburan tanah. Sebagian besar pertumbuhan tanaman tidak terlepas dari mikroorganisme tanah. Berpuluh-puluh tahun lamanya (hampir 100 tahun), manusia telah menggunakan pupuk kimia untuk memenuhi nutrisi tanaman. Salah satu pupuk kimia yang telah lama digunakan adalah NPK. Penggunaan pupuk NPK terbukti dapat menyebabkan mikroorganisme tanah musnah.
Mikroorganisme dapat hidup jika di dalam tanah terdapat asam amino. Asam amino ini berasal dari protein yang diuraikan oleh bakteri dalam tanah sehingga menjadi asam amino. Keseluruhan asam amino yang terkenal di dunia ada 20 jenis. Setelah diteliti ternyata pada tanaman yang subur, termasuk sayuran selalu ada mikroorganisme dibagian akarnya. Mikroorganisme tersebut diantaranya pseudomonas putida dan pseudomonas fluorescent. Keberadaan 2 mikroorganisme ini mutlak harus ada. Pada tanaman yang tidak sehat tidak dijumpai mikroorganisme ini.
Tanaman bisa tumbuh dengan baik jika mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan mikroorganisme. Adanya hubungan ini, tanaman bisa memperoleh keuntungan dari mikroorganisme. Namun perlu diingat, tidak semua mikroorganisme bermanfaat. Ada mikroorganisme yang merugikan, seperti fusarium.
Fungsi lain mikroorganisme dalam tanah adalah menguraikan bahan kimia yang sulit diserap menjadi bentuk yang mudah diserap tanaman. Mikroorganisme ternyata mengeluarkan suatu jenis zat yang berfungsi untuk memperlancar penyaluran hara dan air dari akar ke daun. Zat yang dikeluarkan mikroorganisme ini dapat membantu penyebaran air dan nutrisi di seluruh permukaan daun. Keadaan ini akan meningkatkan produksi tanaman karena penyaluran air dan nutrisi ke permukaan daun berjalan lancar.

Berikut ini beberapa mikroorganisme tanah yang bermanfaat bagi tanaman.
a. Pseudomonas
Pseudomonas berfungsi untuk melarutkan fosfat dari bentuk yang tidak bisa diserap tanaman menjadi bentuk yang mudah diserap tanaman. Selain itu pseudomonas dapat membantu proses dekomposisi. Pseudomonas menghasilkan enzim pengurai yang disebut dengan lignin.

b. Mikoriza
Mikoriza bersimbiosis mutualisme dengan tanaman. Secara tidak langsung, mikoriza dapat membantu meningkatkan produksi tanaman. Mikoriza adalah jenis cendawan yang bersimbiosis pada korteks akar tanaman. Mikoriza berfungsi membantu penyerapan unsur hara tanah oleh tanaman. Penelitian menunjukkan adanya mikoriza dapat meningkatkan penyerapan unsur P sebesar 25%. Selain itu mikoriza berfungsi untuk menghasilkan hormon dan zat pengatur tumbuh seperti auksin, sitokinin dan giberelin.
Fungsi lain mikoriza adalah menghasilkan zat antibiotik yang melindungi tanaman dari pathogen akar. Mikoriza juga bisa merangsang aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan dan memperbaiki struktur dan agregasi tanah. Selain itu mikoriza berfungsi untuk membangun tanaman agar lebih tahan terhadap kekeringan.

c. Rhizobium
Rhizobium merupakan simbiosis mutualisme bakteri dengan akar tanaman terutama tanaman kacang-kacangan. Bakteri ini bersimbiosis pada serabut akar dan kulit akar halus. Fungsinya adalah untuk menambat atau mengikat nitrogen bebas dari udara. Nitrogen yang diikat akan dimanfaatkan oleh tumbuhan inangnya untuk pertumbuhan. Penelitian menunjukkan pada kondisi optimal, rhizobium bisa menambat nitrogen sebesar 150 Kg/Ha.

d. Azotobakter
Azotobakter juga merupakan bakteri yang bersimbiosis mutualisme dengan akar tanaman. Sama halnya dengan rhizobium, bakteri ini berfungsi untuk mengikat nitrogen bebas dari udara. Azotobakter berjasa dalam menyediakan nitrogen untuk kebutuhan tanaman.

e. Lactobacillus
Lactobacillus berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa-senyawa asam laktat yang dapat diserap tanaman.

f. Actinomycetes dan Streptomyces
Actinomycetes dan Streptomyces berfungsi menghasilkan senyawa antibiotic yang bersifat toksik terhadap patogen atau penyakit tanaman.

(Kutipan)

Foto: tripwow.tripadvisor.com

Pengertian, Fungsi, dan Macam-Macam Pupuk

Saat ini sudah banyak dikenal macam-macam pupuk. Pupuk adalah bahan pengubah sifat biologi tanah supaya menjadi lebih baik. Pupuk selain berfungsi menggemburkan tanah juga untuk membantu pertumbuhan tanaman. Pupuk dalam pengertian khusus mengandung bahan hara (urea) nitrogen. Tetapi, yang kebanyakan kita ketahui adalah pupuk kandang, kompos, pupuk cair, dan pupuk kimia.

Misalkan, Anda ingin membuat pupuk dari sisa-sisa makanan (sayuran). Hal itu tidak serta-merta bisa menjadi pupuk, tetapi harus melalui proses pengendapan terlebih dahulu. Pupuk yang berbahan kotoran sejauh ini baru memakai kotoran hewan seperti sapi, kambing, kuda, dan kotoran manusia.

Khusus untuk pertanian dan perkebunan, pupuk memiliki takaran tersendiri, mengingat harga pupuk yang tidak murah. Jangan keliru, walaupun Anda memiliki pupuk bagus dan jaminan kualitas nomor wahid, tapi kalau Anda tidak memiliki pengetahun yang cukup mengenai pupuk (mengetahui teknik yang tepat dalam pemupukan, jenis dan sifat pupuk, waktu pemupukan, metode pemupukan, persiapan pemupukan, kontur tanah), panen Anda bisa saja kurang berhasil.

Bacalah terlebih dahulu petunjuk penggunaan pupuk yang tepat tertera pada label pupuk.

Bahan dan Kandungan Pupuk

Bahan-bahan pembuat pupuk adalah carrier, double superfosfat, CaSO4, fosfor, kotoran (impurities), ZA (zwavelzuure amoniak), asam bebas (H2SO4), bahan mantel (coated), dan Filler(pengisi).

Adapun kandungan pupuk meliputi nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur, kalsium (Ca), magnesium (Mg), besi (Fe), boron (B), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu), molibdenum (Mo).

Fungsi Pupuk

  • Menambah dan menyuburkan tanah. Apalagi, pupuk sekarang sudah menggunakan unsur hara, humus, dan bahan organikyang dapat mengakibatkan dampak jangka panjang bagi kesuburan tanah.
  • Pupuk sebagaimana vitamin bagi tubuh adalah nutrisi bagi tanah. Secara kimia tanah yang diberi pupuk akan mengalami perbaikan struktur tanah.
  • Menghidupkan kembali jasad renik yang ada pada tanah.
  • Pupuk organik dirancang agar ramah lingkungan.
  • Merangsang tanaman agar tumbuh bagus.
  • Melindungi tanaman dari hama dan penyakit.
  • Menaikkan mutu dan produktivitas hasil tanam.

Penggolongan Macam-macam Pupuk

  • Penggolongan pupuk berdasarkan sumber bahan: pupuk organik alami dan pupuk kimia atau pupuk buatan.
  • Penggolongan pupuk berdasarkan bentuk fisik: onggokan, remahan, butiran, kristal, dan cair.
  • Penggolongan pupuk berdasarkan kandungannya: tunggal, majemuk, dan pupuk mikro hara (micronutrients).

Pupuk Multifungsi

Ada juga pupuk tertentu yang memang diciptakan untuk segala jenis tanaman, baik untuk pertanian, perkebunan, tambak, maupunpeternakan, yaitu pupuk multifungsi. Pupuk multifungsi mensterilkan tanah dan menggemburkan kembali tanah.

Uniknya lagi, pupuk multifungsi berfungsi sebagai anti hama, ramah lingkungan. Aman bagi tanah, tanaman, hewan, manusia. Pupuk multifungsi didesain berbentuk padat tepung yang dapat ditabur dan dilarutkan dalam air untuk penyemprotan.